www.AlvinAdam.com

Berita 24 Lampung

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 06.24

23 Balita di Kampung Buyut Udik Gizi Buruk, Ini Jawaban Bupati ...

23 Balita di Kampung Buyut Udik Gizi Buruk, Ini Jawaban Bupati Lampung Tengah

Kampung Buyut Udik menjadi salah satu dari 60 kampung yang dipriotaskan penangangannya tahun ini juga.

23 Balita di Kampung Buyut Udik Gizi Buruk, Ini Jawaban Bupati Lampung Tengahilustrasi gizi buruk Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNGSUGIH - Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Kependudukan dan Keluarga Besar (KB) Kemenkes RI, Siti Alfiah mengunjungi Kampung Buyut Udik, Rabu (25/4). Kedatangan Siti Alfiah untuk memantau langsung program stunting (gizi buruk) yang dijalankan di Lampung Tengah. "Karena melalui Kemenkeu, PMK, dan TNP2K, Lamt eng (Kampung Buyut Udik) masuk dalam 100 kabupaten/kota yang utama, untuk disegerakan penanganan kasus stuntingnya.

Baca: Ternyata Cicit RA Kartini Hidup Sengsara, Ada Dua Orang Jadi Tukang Ojek

Baca: Heboh Video Unta dan Gajah Berenang di Laut, Netizen Sebut Peringatan dari Tuhan

Selain itu, Kampung Buyut Udik menjadi salah satu dari 60 kampung yang dipriotaskan penangangannya tahun ini juga," ujar Siti Alfiah. Siti Alfiah menyebutkan, Indonesia masuk menjadi salah satu jumlah penderita stunting tertinggi di dunia saat ini. Untuk itu, Kemenkes menargetkan jumlah penderita yang saat ini sekitar 35 ribu menjadi di bawah 25 ribu di seluruh indonesia. Dinas Kesehatan Lampung Tengah melalui Puskemas Gunungsugih mengklaim saat ini penderita stunting (gizi buruk) di Kampung Buyut Udik hanya 23 orang.

Baca: Sempat Ditolak Beberapa Rumah Sakit, Ibu Muda Akhirnya Meninggal di Ambulans Usai Melahirkan

B aca: Kisah Gojek Ditipu Order Go-Food Fiktif, Ayam Kremes Dimakan Sendiri, Go-Pay Rp 100 Ribu Melayang

Jumlah itu jauh menurun dibandingkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2013, yang menyebutkan jika di kampung tersebut ada 153 penderita gizi buruk. Kepala Puskesmas Gunungsugih, Yanti Nilawati, kemarin menjelaskan, pihaknya melakukan berbagai upaya penyembuhan untuk mengurangi penderita gizi buruk, seperti melibatkan berbagai unsur masyarakat. "Kami menggunakan dua pendekatan penanggulangan gizi buruk, yakni spesifik dan sensitif sehingga jumlah penderita mampu ditekan. Pendekatan spesifik yakni dinas kesehatan bersama organisasi kesehatan lain seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dengan memberikan program ASI eksklusif serta membantu tumbuh kembang balita. Dengan KB melakukan pemberian implan gratis, dan dengan PPNI melakukan khitan massal," kata Yanti Nilawati.

Baca: Kepala Dinas Gadungan Perdayai Anak Buah, Mulai dari Pulsa, Ua ng Rp 15 Juta Hampir Dikirim

Baca: Perbandingan Ertiga 2018 dan Xpander di Atas Kertas

Kemudian dilakukan program peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui Dinas Pendidikan, dengan program pemberian tablet penambah darah, dan penyuluhan-penyuluhan pola hidup sehat di sekolah-sekolah. "Pendekatan sensitif kita bekerja sama dengan Lapas Kelas III Gunungsugih dan Dinas Pertanian untuk program kebersihan kampung. Serta pemberian langsung obat cacing kepada anak usia satu hingga 12 tahun," imbuhnya.

Baca: Pernah Terjerat Video Panas, Putus dari Sophia Latjuba, Kini Tunggangan Ariel Noah Lebih Ngeri

Baca: Bikin Heboh Lagi, Andika Kangen Band Pamer Video Kemesraan, Mantan Sebut Istri Ke 5

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto menjelaskan, pihaknya sudah mengatensikan dinas dan instansi untuk memberikan perhatian terhadap kasus gizi buruk di Kampung Buyut Udi k. "Karena kita (Lamteng) ada dalam kawasan kasus gizi buruk tertinggi di Indonesia. Untuk itu kita fokuskan guna menekan angka gizi buruk, dan hasilnya Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Gunungsugih berhasil menurunkan angkanya," jelas Loekman.(sam)
Penulis: syamsiralam Editor: muhammadazhim Ikuti kami di Aniaya Pacarnya yang Cantik hingga Tak Dikenali dan Disiarkan di FB, Pria Ini Dapat Balasan Begini Sumber: Google News | Berita 24 Lampung

thumbnail

Posted by On 01.26

Jaga Pasokan Pangan, Pemprov Lampung Launching Toko Tani ...

  • 1
  • 1Share
https://www.kupastuntas.co/files/IMG-20180425-WA0025.jpg
Pemerintah Provinsi Lampung launching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Rabu (25/4/2018). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung â€" Pemerintah Provinsi Lampung launching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Rabu (25/4/2018). Acara launching bertepatan juga dengan apel siaga Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) tingkat Provinsi Lampung.

Inspektur Jendral Kementerian Pertanian RI, Justan Riduan Siahaan mengatakan, dengan adanya TTIC diharapkan mampu mendukung ketersediaan dan keterjangkauan komoditi strategis pangan untuk masyarakat Lampung. Terutama pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Justan, TTIC Lampung harus mampu menunjukkan dan meyakinkan bahwa pemerintah hadir dan siap memastikan ketersediaan komoditi strategis seperti beras kepada masyarkat, khususnya masyarakat Lampung.

“TTIC telah dimulai sejak tahun 2016, dan hingga kini telah tersebar di 19 Provinsi di Indonesia. Tahun lalu, TTIC telah terbukti berhasil meredam gejolak harga/instabilitas, dan tahun ini harus lebih baik lagi. Dan tahun ini TTIC berada di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Justan berharap Peresmian TTIC mampu menjadi momentum untuk mempersiapkan bahan pokok strategis dengan harga terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Lampung, khususnya pada HBKN pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam kesempatan itu, Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat menjelaskan Lampung merupakan produsen dari beberapa komoditi pangan seperti beras, jagung, gula, bawang, singk ong, dan daging. Berbagai komoditi tersebut akan diutamakan terlebih dahulu untuk Lampung. Kalau sudah tercukupi, baru akan menyuplai keluar Lampung.

“Bukan hanya ketersedian saja, tetapi juga keterjangkauan bagi masyarakat Lampung lebih diutamakan. Untuk itu, kita akan mensosialisasikan ke masyarakat bahwa kita memiliki TTIC dengan harga terjangkau dan kualitasnya baik,” jelasnya

Pengembangan TTIC di Provinsi Lampung berperan dalam upaya stabilisasi harga pangan dan peningkatan akses pangan di kabupaten/kota. Apel Siaga Persiapan HBKN merupakan langkah konkret dalam menyediakan pangan murah dan berkualitas bagi masyarakat Lampung dalam menghadapi HBKN 2018.

Adapun komoditi strategis yang tersedia di TTIC Provinsi Lampung diantaranya beras premium (Rp8.800/kg), beras organik (Rp18.000/Kg), beras ‘SJ’ (Rp12.800/kg), beras srikandi (Rp12.000/kg), beras ‘dua koki’ (Rp12.800/kg), beras siger tiwul (Rp15.000/kg), Beras merah (Rp 25.000/bks), minyak goreng (Rp10.500/kg), Gula pasir (Rp12.000/Kg), Bawang Merah (Rp26.000/kg), Bawang Putih (Rp20.000/kg), Cabe Merah (Rp21.000/kg), madu manis besar (Rp110.000/kg), madu manis kecil (Rp50.000/kg), madu pahit besar (Rp120.000/kg), madu pahit kecil (Rp50.000/kg), Kopi Arabica (Rp40.000/kg), Kopi Blend (Rp30.000/bks), dan Jambu (Rp15.000/kg). (Rls)

Sumber: Google News | Berita 24 Lampung

thumbnail

Posted by On 01.26

Kepala BNN Ajak Masyarakat Lampung Bangkit Melawan Narkoba

Kepala BNN Ajak Masyarakat Lampung Bangkit Melawan Narkoba

Generasi hancur karena narkoba, segera lakukan perbaikan bersama kita perangi narkoba

Kepala BNN Ajak Masyarakat Lampung Bangkit Melawan NarkobaIstimewaacara Dialog Interaktif tentang Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Provinsi Lampung, Rabu (25/4/2018) di Ruang Abung Balai Keratun

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG --- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) Heru Winarko mengajak masyarakat Lampung bangkit melawan narkoba.

Pasalnya, Lampung tidak saja merupakan daerah transit tapi juga menjadi daerah tujuan pemasaran narkoba, baik dari dala m maupun luar negeri.

"Generasi hancur karena narkoba, segera lakukan perbaikan bersama kita perangi narkoba," ungkap mantan Kapolda Lampung ini, pada acara Dialog Interaktif tentang Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Provinsi Lampung, Rabu (25/4/2018) di Ruang Abung Balai Keratun.

Sebagai daerah yang stategis dan garis pantai yang cukup panjang, Provinsi Lampung saat ini harus mengawasi jalur laut.

Itulah sebabnya, Heru meminta seluruh aparat untuk meningkatkan pengawasan khususnya pelabuhan-pelabuhan tikus karena rawan menjadi tempat masuk penyelundupan narkoba melalui sarana kapal laut.

Dalam acara dialog yang bertema "Membangun Jejaring Pencegahan Narkoba Berbasis Keluarga dan Masyarakat" tersebut, Heru mengatakan jika Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah dengan tingkat penyalahgunan narkoba yang cukup tinggi.

Heru meminta adanya perbaikan sistem pencegahan narkoba di Le mbaga Pemasyarakatan (lapas) mengingat banyaknya pengedalian narkoba yang dilakukan dari dalam lapas.

Selain itu, Heru juga mengungkapkan BBN akan melakukan program peremajaan (replanting) di areal lahan bekas tanaman ganja yang telah dimusnahkan.

"Pada peringatan Hari Anti Narkoba mendatang, kita panen replanting ladang ganja menjadi ladang kopi dan jagung di tiga kabupaten yang berada Daerah Istimewa Aceh. Ke depan bukan hanya Aceh tapi juga akan dilakukan diseluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Lampung," ujarnya.

Disamping itu, Heru mengungkapkan akan meningkatkan kapasitas dan fasilitas rehabilitasi di Lokarehabilitasi BNN Kalianda Lampung Selatan.

"Yang semula untuk 250 orang akan ditingkatkan kapasitasnya, karena yang dilayani bukan hanya dari Lampung tapi juga dari daerah lain seperti dari Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan," katanya.

Sementara itu, Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno dalam sambutannya mengapresiasi perhatian yang Kepala BNN dalam upaya pemberantasan narkoba di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung.

Ia mengatakan, hasil penelitian BNN dan Pusat Kesehatan Universitas Indonesia Tahun 2017, menunjukkan jika penyalagunaan narkoba di Provinsi Lampung berada dalam urutan 3 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera dan urutan ke 8 dari 34 provinsi. Untuk itu diperlukan langkah langkah bersama untuk memerangi dan memberantas peredaran narkoba di Provinsi Lampung . "Mari kita perangi narkoba, katakan tidak pada narkoba," kata Didik.

Pada kesempatan tersebut, Pjs. Gubernur Didik juga juga menyerahkan sertifikat hibah tanah seluas 1.937m2 kepada BNN Lampung yang diberikan kepala Kepala BNN Heru Winarko. Penyerahan tanah hibah tersebut yang tertera dalam SK Gubernur Lampung nomor 5/434/B.XI/HK/2015 tentang Hibah Tanah Miliki Pemerintah Provinsi Lampung kepada BNN Provinsi Lampung.

Editor: Advertorial Tribun Lampung Ikuti kami di Istri Sah Ciduk Suaminya dengan Pelakor di Kamar Kos, Pelakor Malah Ngamuk, Jambak hingga Mencakar Sumber: Google News | Berita 24 Lampung

thumbnail

Posted by On 01.26

Dusdusan.com Rangkul Perempuan Lampung Berbisnis dari Rumah

Dusdusan.com Rangkul Perempuan Lampung Berbisnis dari Rumah

Dusdusan.com selaku platform reseller yang memiliki komunitas reseller terbesar di Indonesia merangkul kaum perempuan di Lampung

Dusdusan.com Rangkul Perempuan Lampung Berbisnis dari Rumahwarta kota

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebagai upaya untuk mendorong ekonomi mandiri di Lampung, PT Dusdusan Dotcom Indonesia (Dusdusan.com) selaku platform reseller yang memiliki komunitas reseller terbesar di Indonesia merangkul kaum perempuan di Lampung untuk menjalankan bisnis dari rumah.

Untuk memfasilitasi hal bisnis tersebut, Dusdusan.com menyediakan berbagai macam produk rumah tangga yang eksklusif, salah satunya produk bersertifikat Halal pertama di Indonesia, Medina.

Tim Sales Dusdusan.com Teguh mengatakan, salah satu upaya Dusdusan.com dalam mendorong kemandirian perempuan di Lampung adalah melalui kegiatan lomba mewarnai sekaligus Berbagi Inspirasi dan Buka Peluang Usaha bersama reseller TDS Dusdusan.com di Lampung yang sudah mencapai omzet ratusan juta rupiah, Hendrawati, di Mal Boemi Kedaton, Bandar Lampung, Selasa (24/4).

Baca: Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cendrawasih Dibantu Pemkot Material

"Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak tetapi juga untuk Ibu-ibu yang hadir, karena dalam kegiatan ini kami memberikan peluang bisnis rumahan tanpa beban," jelasnya.

Sebelumnya, General Manager Marketing Communication Medina, Dewi Hendrati mengatakan, Dusdusan.com menyasar kalangan ibu rumah tangga agar produktif memiliki usaha namun tidak perlu repot dengan kendala modal. Dusdusan.com juga berkomitmen untuk selalu mendukung resellernya, baik dari segi pengetahuan, strategi marketing hingga support produk.

Baca: Luar Biasa! Driver Ojek Kekinian Ini Tak Mau Dibayar Setiap Hari Jumat

"Dukungan juga datang dari reseller-reseller yang telah sukses melalui Facebook Dusdusan.com. Disini mereka saling share mulai dari strategi marketing, bagaimana membuat caption yang bagus dan sampai bagaimana bisa iklan di Facebook. Kita juga tidak mengharuskan reseller untuk stock barang dan tanpa tutup poin. Namun reseller bisa mengumpulkan poin untuk ditukar dengan berbagai hadiah sesuai program yang berlaku," paparnya.

Dewi menambahkan, saat ini di Indonesia sudah ada 40 ribu reseller aktif Dusdusan.com di Indonesia. Dusdusan.com baru-baru ini melaunching 8 varian produk baru dari Medina untuk melengkapi koleksi peralatan plastik bersertifikat halal untuk konsumen.

Sedikit membeberkan kelebih an produk Medina, material plastic yang digunakan sudah terbukti dengan memiliki sertifikat FDA Material Approved. Medina sangat mengutamakan kualitas, ini yang membuat Medina memberikan Jaminan Seumur hidup untuk kerusakan seluruh produknya kemudian yang tak kalah penting adalah Medina mengantungi sertifikat Halal grade A dari MUI. (ana)

Penulis: Ana Puspita Sari Editor: soni Ikuti kami di Istri Sah Ciduk Suaminya dengan Pelakor di Kamar Kos, Pelakor Malah Ngamuk, Jambak hingga Mencakar Sumber: Google News | Berita 24 Lampung

thumbnail

Posted by On 01.26

Pemprov Lampung Launching Toko Tani Indonesia Center

radartvnews.com- Pemerintah Provinsi Lampung melaunching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat dan disaksikan langsung oleh Inspektur Jendral Kementerian Pertanian RI, Justan Riduan Siahaan, di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Rabu (25/4/2018).

Acara launching bertepatan juga dengan apel siaga Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) tingkat Provinsi Lampung. “Provinsi Lampung mendukung keterjangkauan dan stabilitas komoditi strategis pangan di Jakarta, khususnya pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) atau Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, dengan adanya TTIC diharapkan mampu men dukung ketersediaan dan keterjangkauan komoditi strategis pangan untuk masyarakat Lampung,” ujar Justan Riduan Siahaan dalam acara itu.

Dalam launching TTIC ini, terdapat kesepakatan bersama antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung bersama Perum Bulog Divre Lampung dan PT. Indoguna Utama tentang kepastian distribusi pangan. Juga terdapat pengiriman beras organik ke TTIC Jabodetabek sebanyak 10 Ton.

Menurut Justan TTIC Lampung harus mampu menunjukkan dan meyakinkan bahwa Pemerintah hadir dan siap memastikan ketersediaan komoditi strategis seperti beras kepada masyarkat, khususnya masyarakat Lampung. “TTIC telah dimulai sejak tahun 2016, dan hingga kini telah tersebar di 19 Provinsi di Indonesia. Tahun lalu, TTIC telah terbukti berhasil meredam gejolak harga/instabilitas, dan tahun ini harus lebih baik lagi. Dan tahun ini TTIC berada di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Justan Riduan menjelaskan Provinsi Lampung telah menyangga dan mendukung stabilitas komoditi pangan di Jakarta. “Beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Lampung seperti Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Way Kanan dan Lampung Utara menjadi kabupaten penyangga komoditas strategis di Jakarta, khususnya pada saat HBKN,” jelasnya.

Seperti diketahui, Lampung merupakan daerah surplus beras yang secara terus menerus mengirim ke Jabodetabek. “Lampung memiliki beras yang cukup, bahkan surplus beras. Dan juga terdapat peraturan Gubernur yang mengatur agar padi tidak keluar dalam bentuk gabah. Bukan hanya beras, Lampung juga mendukung komoditi strategis lainnya,” ujar Justan Riduan.

Oleh sebab itu, Justan berharap Peresmian TTIC mampu menjadi momentum untuk mempersiapkan dan merencanakan dalam menyediakan bahan pokok strategis dengan harga terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Lampung, khususnya pada HBKN pada bulan ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam kesempatan itu, Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat menjelaskan Lampung merupakan produsen dari beberapa komoditi pangan seperti beras, jagung, gula, bawang, singkong, dan daging. “Tidak salah jika Lampung ditetapkan sebagai lumbung pangan Nasional, karena sekitar 35% kebutuhan pangan di Jakarta tersebut disuplai dari Lampung,” jelas Taufik.

Ia menjelaskan berbagai komoditi tersebut akan diutamakan terlebih dahulu untuk Lampung. Kalau sudah tercukupi, baru akan mensuplai keluar Lampung. “Bukan hanya ketersedian saja, tetapi juga keterjangkauan bagi masyarakat Lampung lebih diutamakan. Untuk itu, kita akan mensosialisasikan ke masyarakat bahwa kita memiliki TTIC dengan harga terjangkau dan kualitasnya baik,” jelasnya
Pengembangan TTIC di Provinsi Lampung berperan dalam upaya stabilisasi harga pangan dan peningkatan akses pangan di kabupaten/kota. Apel Siaga Persiapan HBKN merupakan langkah konkret dalam menyediakan pangan murah dan berkualitas bagi masyarakat Lampung dalam menghadapi HBKN 2018.

Kegiatan ini, ujar Taufik Hidayat, sangat ditentukan oleh kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak. “Melalui TTIC dan Apel Siaga HBKN diharapkan mampu memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak, terutama untuk terlaksananya keterjangkauan dan ketersediaan komoditi strategis pangan untuk masyarkat Lampung,” harap Taufik.

Adapun komoditi strategis yang tersedia di TTIC Provinsi Lampung diantaranya beras premium (Rp8.800/kg), beras organik (Rp18.000/Kg), beras ‘SJ’ (Rp12.800/kg), beras srikandi (Rp12.000/kg), beras ‘dua koki’ (Rp12.800/kg), beras siger tiwul (Rp15.000/kg), Beras merah (Rp 25.000/bks), minyak goreng (Rp10.500/kg), Gula pasir (Rp12.000/Kg), Bawang Merah (Rp26.000/kg), Bawang Putih (Rp20.000/kg), Cabe Merah (Rp21.000/kg), madu manis besar (Rp110.000/kg), madu manis kecil (Rp50.000/kg), madu pahit besar (Rp120.000/kg), madu pahit kecil (Rp50.000/kg), Kopi Arabica (Rp40.000/kg), Kopi Blend (Rp30.000/bks), dan Jambu (Rp15.000/kg). (Rls/JF)

Sumber: Google News | Berita 24 Lampung

thumbnail

Posted by On 00.14

Dorong Perekonomian Mandiri, Dusdusan.com Berdayakan ...

Dorong Perekonomian Mandiri, Dusdusan.com Berdayakan Perempuan di Lampung

Dusdusan.com menyediakan berbagai macam produk rumah tangga yang eksklusif, salah satunya produk bersertifikat Halal pertama di Indonesia, Medina.

Dorong Perekonomian Mandiri, Dusdusan.com Berdayakan Perempuan di LampungTribunlampung/AnaSuasana kegiatan lomba mewarnai sekaligus event Berbagi Inspirasi dan Buka Peluang Usaha bersama reseller TDS Dusdusan.com di Mal Boemi Kedaton, Selasa (24/4).

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebagai upaya untuk mendorong ekonomi mandiri di Lampung, PT Dusdusan Dotcom Indonesia (Dusdusan.com) selaku platform reseller yang memiliki komunitas reseller terbesar di Indonesia merangkul kaum perempuan di Lampung untuk menjalankan bisnis dari rumah.

Baca: Awas, Cuaca di Wilayah Lampung Sedang Tidak Bersahabat

Untuk memfasilitasi hal bisnis tersebut, Dusdusan.com menyediakan berbagai macam produk rumah tangga yang eksklusif, salah satunya produk bersertifikat Halal pertama di Indonesia, Medina.

Baca: Silahkan Pilih SIM Keliling Mangkal di Dua Tempat

Tim Sales Dusdusan.com Teguh mengatakan, salah satu upaya Dusdusan.com dalam mendorong kemandirian perempuan di Lampung adalah melalui kegiatan lomba mewarnai sekaligus Berbagi Inspirasi dan Buka Peluang Usaha bersama reseller TDS Dusdusan.com di Lampung yang sudah mencapai omzet ratusan juta rupiah, Hendrawati, di Mal Boemi Kedaton, Selasa (24/4).

Baca: VIDEO CONTENT â€" Setnov Syok Dengar Vonis 15 Tahun

"Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat un tuk anak-anak tetapi juga untuk Ibu-ibu yang hadir, karena dalam kegiatan ini kami memberikan peluang bisnis rumahan tanpa beban," jelasnya.

Sebelumnya, General Manager Marketing Communication Medina, Dewi Hendrati mengatakan, Dusdusan.com menyasar kalangan ibu rumah tangga agar produktif memiliki usaha namun tidak perlu repot dengan kendala modal.

Dusdusan.com juga berkomitmen untuk selalu mendukung resellernya, baik dari segi pengetahuan, strategi marketing hingga support produk.

"Dukungan juga datang dari reseller-reseller yang telah sukses melalui Facebook Dusdusan.com. Disini mereka saling share mulai dari strategi marketing, bagaimana membuat caption yang bagus dan sampai bagaimana bisa iklan di Facebook"

"Kita juga tidak mengharuskan reseller untuk stock barang dan tanpa tutup poin. Namun reseller bisa mengumpulkan poin untuk ditukar dengan berbagai hadiah sesuai program yang berlaku," paparnya.

Dewi menambahkan, saa t ini di Indonesia sudah ada 40 ribu reseller aktif Dusdusan.com di Indonesia. Dusdusan.com baru-baru ini melaunching 8 varian produk baru dari Medina untuk melengkapi koleksi peralatan plastik bersertifikat halal untuk konsumen.

Sedikit membeberkan kelebihan produk Medina, material plastic yang digunakan sudah terbukti dengan memiliki sertifikat FDA Material Approved.

Medina sangat mengutamakan kualitas, ini yang membuat Medina memberikan Jaminan Seumur hidup untuk kerusakan seluruh produknya kemudian yang tak kalah penting adalah Medina mengantungi sertifikat Halal grade A dari MUI. (ana)

Penulis: Ana Puspita Sari Editor: Reny Fitriani Ikuti kami di Sudah Sadar, Pria Lajang Beberkan Kronologi Pingsan di Mobil dengan Bu Guru hingga Mulut Berbusa Sumber: Google News | Berita 24 Lampung