www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Miris, Tak Ada Biaya ke Rumah Sakit, Bocah Lumpuh Otak Hanya Tergolek di Rumah

Posted by On 19.10

Miris, Tak Ada Biaya ke Rumah Sakit, Bocah Lumpuh Otak Hanya Tergolek di Rumah

Miris, Tak Ada Biaya ke Rumah Sakit, Bocah Lumpuh Otak Hanya Tergolek di Rumah

Karena ada penyakitnya jadi di status gizinya juga berpengaruh. Kesimpulannya anak tersebut memiliki riwayat penyakit, bukan gizi buruk

Miris, Tak Ada Biaya ke Rumah Sakit, Bocah Lumpuh Otak Hanya Tergolek di RumahKompas.comMuhamad Fadli penderita lumpuh otak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID NUNUKAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memastikan bahwa kondisi Muhammad Fadli (3), anak ke-3 dari pasangan Andi Jusmani dan Asriadi, warga Jalan Perintis, Rt 07, Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, tidak termasuk kategori gizi buruk meski hanya memiliki bobot 8 kilogram.

Kepala Bida ng Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Ramsida mengatakan, sejak lahir Fadli telah menderita celebral palsy atau lumpuh otak.

“Karena ada penyakitnya jadi di status gizinya juga berpengaruh. Kesimpulannya anak tersebut memiliki riwayat penyakit, bukan gizi buruk,” ujar Ramsida, Kamis (12/10/2017).

Saat lahir, Muhammad Fadli memang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Nunukan dan sempat dirawat selama satu minggu.

Namun karena orangtua Fadli dari warga yang tidak mampu dan tidak memiliki kartu jaminan kesehatan nasional membuat mereka memilih membawa pulang dan merawat Fadli di rumah mereka.

Baca: Polisi Berpangkat Kompol Minta Maaf Gara-gara Postingan yang Diduga Lecehkan TNI

”Mereka pendatang dan pernah dirujuk ke RSU, tapi tidak punya BPJS,” imbuh Ramsida.

Karena ketidakmampuan ekonomi orangtuanya , Fadli hingga usia 3 tahun hanya dirawat di rumah dengan menggunakan jasa pengobatan alternatif.

Secara rutin, pihak puskesmas juga memberikan biskuit dan pendamping gizi setiap kunjungan di posyandu.

Sehari-hari Fadli hanya bisa tergolek di ranjang. Kedua tangan dan kakinya mengecil dan tidak mampu untuk beraktivitas.

Bahkan, untuk sekadar mengangkat kepalanya saja Fadli tidak mampu karena tulang lehernya tidak kuat menyangga.

Tiga bulan terakhir Fadli menerima kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat yang diupayakan oleh aparat setempat.

Namun karena tidak memiliki biaya transportasi membawa anak mereka berobat ke RSU, lagi-lagi Fadli hanya dirawat di rumah.

"Tidak ada biaya untuk membawa ke rumah sakit. Kalau ada yang membantu biaya transportasi kami juga mau membawa Fadli berobat,” ujar Andi Jusmani, ibu Fadli. (*)

Editor: Safrudd in Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Suami Hajar Istrinya yang Berduaan Tanpa Busana Bersama Selingkuhan di Ranjang Sumber: Tribun Lampung

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »