www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Membedah Novel Karya Penulis Ternama Indonesia

Posted by On 20.47

Membedah Novel Karya Penulis Ternama Indonesia

SAPA PENGGEMAR: Salah satu novelis terbaik Indonesia Habiburrahman El Shirazy membubuhkan tanda tangan sebagai kenang-kenangan untuk para penggemarnya. FOTO ARI SURYANTO/RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id â€" Salah satu novelis terbaik Indonesia Habiburrahman El Shirazy kembali menelurkan karyanya. Buku berjudul Bidadari Bermata Bening kemarin secara khusus dibedah di Ponpes Al Firdaus, Bukit Kemiling Permai, Kemiling, Bandarlampung. Berbagai cerita di balik penulisan diutarakan sang penulis yang sukses menulis novel Ayat-Ayat Cinta ini.

Laporan Ari Suryanto, BANDARLAMPUNG

PULUHAN orang memadati Masjid Al Walidain Ponpes Al Firdaus sejak pukul 07.00 WIB kemarin (12/11). Misin ya sama, menyambut kedatangan penulis ternama Habiburrahman El Shirazy yang secara khusus hadir dalam acara bedah buku terbarunya Bidadari Bermata Bening.

Mereka yang terdiri dari kaum wanita dan pria ini sungguh tak menyimpan rasa kesal meski Kang Abik â€"sapaan akrab Habiburrahman El Shirazyâ€" baru bisa datang pukul 09.00. Niat datang pagi sengaja mereka tanamkan dalam diri agar bisa melihat sang idola dari dekat.

Wajar bila tidak ada kekecewaa dari mereka. Pada kesenmpatan itu Kang Abik benar-benar membedah kisah dalam buku Bidadari Bermata Bening yang sengaja dia tulis untuk membangkitkan iman dalam jiwa. Dengan judul Bidadari Bermata Bening, Kang Abik mengajak pembaca menyelam dalam kisah gadis cantik jelita asal Kaliwenang, Ayna Mardeya Binti Abdullah Jalal.

Ayna, seorang yatim piatu yang menimba ilmu di pesantren Kyai Sobron dan kesehariannya mengabdi sebagai Khadimah Bu Nyai Nur Fauziyyah. Khadimah adalah seorang yang membantu mengelol a pesantren, khususnya dapur. Ayna juga membuktikan diri bahwa seorang Khadimah pun dapat berprestasi, itu juga ditunjukan Ayna lewat Ujian Nasional, dirinya mampu menjadi peserta UN terbaik se-Jawa Tengah dan masuk dalam 10 besar nasional.

Ayna pulang kembali ke Desanya setelah lulus atas permintaan bu Nyai, sebenarnya Ayna tidak mau dan memilih untuk tetap di pesantren saja. Namun, Ayna masih punya keluarga yaitu Pakde dan Bukdenya dari pihak ibu. Pakde Darsun mempunyai dua orang anak perempuan Aripah dan Atikah, semuanya bersikap “kejam” terhadap Ayna, kecuali Atikah.

Ketika pulang, Ayna kaget melihat sikap Pakde dan Bukdenya yang menjadi baik dan lembut. Ayna sempat dilamar oleh Kyai Yusuf Badrudduja, namun lamarannya ditolak oleh Pakde dan Bukde dengan alasan Ayna harus dapat bujang bukan duda beranak dua, usut punya usut, ternyata Pakde dan Bukdenya memaksa Ayna menikah dengan Yoyok, konglomerat di desa anggota DPRD agar Pakdenya dapat dana gelontoran senilai milyaran rupiah untuk menjadi lurah. Mendengar berita ini Pak Kyai Sobron memberi solusi untuk menikahkan Ayna ke salah satu anaknya, Gus Asif atau Gus Afif.

Sumber: Google News | Berita 24 Lampung

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »