www.AlvinAdam.com

Berita 24 Lampung

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Petani Lampung Beberkan Penyebab Harga Beras Naik Terus

Posted by On 19.15

Petani Lampung Beberkan Penyebab Harga Beras Naik Terus

Petani Lampung Beberkan Penyebab Harga Beras Naik Terus Reporter:

Bisnis.com

Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

Minggu, 14 Januari 2018 17:37 WIB
Petani Lampung Beberkan Penyebab Harga Beras Naik Terus

Pekerja tengah mengangkut beras di gudang beras kawasan Mardani, Jakarta, 26 Juli 2017. Kebijakan ini tercantum dalam Peraturan Mendag nomor 47 tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Harga beras di daerah pertanian Provinsi Lampung dan Sukabumi (Jawa Barat) terus mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Lampung Muhlashin, yang juga petani asal Pringsewu, Lampung, mengatakan harga beras asalan mencapai Rp 10.500 per kilogram dan Rp 12 ribu untuk jenis beras medium di tingkat pabrik.

Menurutnya, kondisi ini dipicu banyaknya pedagang beras dan spekulan dari Jawa yang membeli beras dalam skala besar di pabrik-pabrik di Lampung, terutama Lampung Tengah, Pringsewu, dan Tanggamus.

“Satu bulan lagi petani di beberapa daerah akan panen. Sedangkan panen raya diperkirakan 2-3 bulan lagi karena rata-rata umur padi bervariasi antara 20 hari sampai 40 hari di seputar Pringsewu dan Lampung Tengah," ujarnya pada Sabtu kemarin, 13 Januari 2018.

Simak: Impor Beras, DPR Akan Panggil Mentan dan Bulog Pekan Ini

Muhlasin menerangkan, sebagian besar petani padi hanya memiliki lahan sempit, rata-rata di Lampung hanya memiliki lahan 3.000 meter persegi, bahkan kurang.

“Jadi pada saat panen memang terpaksa harus langsung dijual untuk menutupi kebutuhan hidup, membayar pupuk, dan sebagainya. Jadi hanya sedikit yang bisa disimpan untuk makan,” tuturnya.

Sedangkan untuk Sukabumi, Ketua SPI Jawa Barat Tantan Sutandi mengemukakan saat ini harga beras di konsumen berkisar Rp9.600-12.000. Harga itu, kata dia, di atas harga eceran tertinggi beras untuk Jawa.

Dia menjelaskan, di sebagian besar Jawa Barat sudah panen padi sejak Oktober-November kemarin sehingga Januari ini belum ada panen padi di sebagian besar daerah tersebut.

“Harga panen kemarin sangat rendah, GKG (gabah kering giling) sekitar Rp 4.500 (di bawah harga pokok produksi/HPP). Jadi kenaikan harga beras saat ini tidak dirasakan petani Jawa Barat. Penurunan harga disebabkan kualitas gabah yang buruk karena b anyak sawah yang terkena hama wereng. Banyak petani juga gagal panen dan puso,” ucapnya.

Tantan juga mengutarakan, pada Desember 2017, Jawa Barat sudah memasuki masa tanam sehingga panen beras berikutnya diperkirakan sekitar Maret-April 2018.

BISNIS.COM

Terkait
  • DPR Minta Pemerintah Periksa Persediaan Beras Nasional

    DPR Minta Pemerintah Periksa Persediaan Beras Nasional

    19 jam lalu
  • Impor Beras, DPR Akan Panggil Mentan dan Bulog Pekan Ini

    Impor Beras, DPR Akan Panggil Mentan dan Bulog Pekan Ini

    19 jam lalu
  • Kementan Gelar Bazar Beras, Pedagang Ini Mengaku Tak Tahu

    Kementan Gelar Bazar Beras, Pedagang Ini Mengaku Tak Tahu

    1 hari lalu
  • Kemendag Akan Impor Beras, Kementan Sebut Stok Masih Aman

    Kemendag Akan Impor Beras, Kementan Sebut Stok Masih Aman

    1 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Mengapa Tahun Ini Laju Saham Tak Setinggi Tahun Lalu?

    Mengapa Tahun Ini Laju Saham Tak Setinggi Tahun Lalu?

    3 jam lalu
  • Terhimpit Bahan Baku, Lukisan Kampung Jelekong Tetap Bertahan

    Terhimpit Bahan Baku, Lukisan Kampung Jelekong Tetap Bertahan

    23 jam lalu
  • Papua dan Mimika    Dapat 10 Persen Saham Freeport

    Papua dan Mimika Dapat 10 Persen Saham Freeport

    2 hari lalu
  • Luhut: Saya Hidupnya Udah Enak, Ngapain Bekingin Pengusaha Ikan

    Luhut: Saya Hidupnya Udah Enak, Ngapain Bekingin Pengusaha Ikan

    3 hari lalu
  • Foto
  • Saat Sandiaga Uno Berkunjung ke JakGrosir

    Saat Sandiaga Uno Berkunjung ke JakGrosir

    3 hari lalu
  • Menteri Enggartiasto Lukita Resmikan Operasi Pasar Beras

    Menteri Enggartiasto Lukita Resmikan Operasi Pasar Beras

    5 hari lalu
  • Melihat Progres Pembangunan LRT di Kelapa Gading

    Melihat Progres Pembangunan LRT di Kelapa Gading

    6 hari lalu
  • Aktivitas Kapal Floating Storage & Regasification Unit (FSRU)

    Aktivitas Kapal Floating Storage & Regasification Unit (FSRU)

    10 hari lalu
  • Video
  • Terhimpit Bahan Baku, Lukisan Kampung Jelekong Tetap Bertahan

    Terhimpit Bahan Baku, Lukisan Kampung Jelekong Tetap Bertahan

    1 hari lalu
  • Sepatu Jebol, Sandiaga Uno Buka Sayembara Desain Sepatu

    Sepatu Jebol, Sandiaga Uno Buka Sayembara Desain Sepatu

    3 hari lalu
  • Pembuat Mata Palsu Ini Belajar dari Ahli Okularis Inggris

    Pembuat Mata Palsu Ini Belajar dari Ahli Okularis Inggris

    8 hari lalu
  • Proyek Infrastruktur yang Harus Rampung Tahun Ini

    Proyek Infrastruktur yang Harus Rampung Tahun Ini

    10 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Petani Lampung Beberkan Penyebab Harga Beras Naik Terus

  • 2

    Investasi Jangka Pendek, Valas atau Emas?

  • 3

    DPR Minta Pemerintah Periksa Persediaan Beras Nasional

  • 4

    Impor Beras, DPR Akan Panggil Mentan dan Bulog Pekan Ini

  • 5

    Ingin Bisa Umrah dan Haji Meski Biayanya Naik? Simak Ini

  • Fokus
  • Di Balik Penunjukkan Bambang Soesatyo Jadi Ketua DPR

    Di Balik Penunjukkan Bambang Soesa tyo Jadi Ketua DPR

  • Menyisir Babak Baru Kontroversi HGB Pulau Reklamasi Teluk Jakarta

    Menyisir Babak Baru Kontroversi HGB Pulau Reklamasi Teluk Jakarta

  • Bekas Timses Masuk TGUPP, Anies Baswedan Dikritik Anggota DPRD

    Bekas Timses Masuk TGUPP, Anies Baswedan Dikritik Anggota DPRD

  • Kekosongan Hukum Ancam Perlindungan Buruh Migran, Ini Alasannya

    Kekosongan Hukum Ancam Perlindungan Buruh Migran, Ini Alasannya

  • Terkini
  • ESDM: Pencahayaan Lampu GBK Hemat 50 Persen, Ini Alasannya

    ESDM: Pencahayaan Lampu GBK Hemat 50 Persen, Ini Alasannya

    44 menit lalu
  • Penyederhanaan Golongan Listrik, PLN Tunggu Lampu Hijau ESDM

    Penyederhanaan Golongan Listrik, PLN Tunggu Lampu Hijau ESDM

    1 jam lalu
  • Turis Prancis Ke Bali Men   ingkat di 2017

    Turis Prancis Ke Bali Meningkat di 2017

    1 jam lalu
  • Kinerja Perikanan Nasional Melambat dalam Tiga Tahun Terakhir

    Kinerja Perikanan Nasional Melambat dalam Tiga Tahun Terakhir

    2 jam lalu
  • Taksi Online di Jawa Timur, Kuota Masih Tersedia Banyak

    Taksi Online di Jawa Timur, Kuota Masih Tersedia Banyak

    2 jam lalu
  • Gubernur BI Apresiasi Hasil Renovasi GBK

    Gubernur BI Apresiasi Hasil Renovasi GBK< /h2> 3 jam lalu

  • Banyak Peminat, Daster Batik Tembus Timteng hingga Negara Latin

    Banyak Peminat, Daster Batik Tembus Timteng hingga Negara Latin

    14 jam lalu
  • Mengapa Tahun Ini Laju Saham Tak Setinggi Tahun Lalu?

    Mengapa Tahun Ini Laju Saham Tak Setinggi Tahun Lalu?

    14 jam lalu
  • Ini Strategi Pemkot Bandung Tarik Tujuh Juta Wisatawan

    Ini Strategi Pemkot Bandung Tarik Tujuh Juta Wisatawan

    14 jam lalu
  • Bulog Sebut Pasokan Beras di Banyumas Cukup

    Bulog Sebut Pasokan Beras di Banyumas Cukup

    14 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Pilkada 2018 Calon Gubernur dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah

    Peta Calon Gubernur dalam Pilkada 2018, Djarot Saiful Hidayat di Sumatera Utara dan Khofifah Andar Parawansa di Jawa Timur.

    Sumber: Google News | Berita 24 Lampung

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »