Kirim Berita Lampung: Klik Disini | Konfirmasi Berita Lampung: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

'Pemasangan ATM BRI ' di Pulau Pahawang dikritik karena dapat ...

Posted by On 14.32

'Pemasangan ATM BRI ' di Pulau Pahawang dikritik karena dapat ...

]]> 'Pemasangan ATM BRI ' di Pulau Pahawang dikritik karena dapat rusak lingkungan

ATM BRI di Pulau PahawangHak atas foto Dokumentasi MURI
Image caption Penenggelaman ATM BRI di Pulau Pahawang ini mendapatkan rekor MURI.

Penenggelaman tiga mesin anjungan tunai mandiri (ATM) oleh BRI di bawah laut kawasan wisata Pulau Pahawang dikritik sejumlah kalangan karena dianggap merusak lingkungan.

Foto seseorang yang berpose di antara tiga mesin ATM BRI di bawah laut dengan tulisan "ATM BRI under sea Pahawang" menjadi pembicaraan di media sosial sejak akhir pekan lalu.

Pulau Pahawang merupakan salah satu destinasi wisata laut favorit di Provinsi Lampung.

Kepala Kanwil Bank BRI Lampung, Yoshua Palti Hutapea, mengatakan pemasangan ATM di bawah laut itu sebagai salah satu upaya untuk mendukung pariwisata di Pulau Pahawang, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate social responsibility/ CSR).

"Kita bikin suasana di sana bagus, indah supaya difoto bagus, di atas itu kita buatkan tempatkan flo ating shelter dengan tulisan welcome to Pahawang, supaya jelas lokasinya ada di mana, bahwa foto itu diambil di Pahawang," kata Yoshua kepada para wartawan, termasuk dari Radio Suara Wajar Bandar Lampung.

"Harapannya ini bisa di- share di mana-mana," tambahnya.

  • RI tuntut pertanggungjawaban perusak terumbu karang di Raja Ampat
  • Apakah kunjungan wisata Anda sesuai atau bertentangan dengan HAM?
  • Dua-pertiga terumbu karang Great Barrier Reef rusak akibat ‘pemutihan’

Pemasangan ATM di dasar laut mendapatkan kritik dari pelaku wisata di Lampung karena dinilai dapat merusak lingkungan.

Sekretaris Asosiasi Agen Tur dan Travel Indonesia (ASITA) Provinsi Lampung, Adi Susanto, mengatakan selama ini wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pahawang justru mencari keindahan alami di dasar laut.

"Mereka mencari sesuatu yang asli, terumbu karang yang masih hidup, anemon yang warna-warni di bawah laut, ikan yang masih ba nyak sekali di bawah laut. Itu yang mereka harapkan, bukan tulisan dan kalau mereka selfie di bawah laut, itu dipastikan mereka menginjak terumbu karang," jelas Adi.

Dia meminta agar BRI menarik ATM tersebut dari bawah laut.

Hak atas foto ADIYATAMA TOUR AND TRAVEL LAMPUNG
Image caption Pasir putih di Pulau Pahawang banyak membuat wisatawan tertarik berkunjung.

ATM yang ditenggelamkan di bawah laut Pulau Pahawang itu merupakan mesin bekas yang ditanam di dasar laut dengan kedalaman kurang dari dua meter.

MURI mencatatkannya sebagai rekor - ATM pertama di bawah laut. Manajer senior Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Jusuf Ngadri, mengatakan pencatatan ATM BRI di bawah laut itu s esuai dengan kriteria penentuan sebuah rekor, yaitu yang pertama kali dilakukan.

Sebelum dicatat dalam rekor MURI, Ngadri meminta agar BRI menyerahkan surat persetujuan dari otoritas setempat yang menyebutkan penenggelaman mesin ATM itu tidak merusak lingkungan.

"Ini sesuatu yang bisa dicatat sebagai yang pertama sebagai penenggelaman ATM di laut untuk terumbu karang dan tujuan wisata, oleh karena itu kami setujui," ujarnya.

"Kami bersandar dari persetujuan dari otoritas terkait. Memang sudah, karena salah satu persyaratan dari MURI itu memang ada dari otoritas dan memang diizinkan dan mendukung kok," imbuh Ngadri.

Hak atas foto MURI

MURI menunjukkan salinan surat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung yang menyebutkan mendukung penanaman tiga mesin ATM itu sebagai upaya peningkatan ekowisata di Desa Pahawang.

Selain memberikan izin, menurut Yosua, dinas kelautan dan perikanan juga memberikan sejumlah saran dalam pemasangan tiga mesin ATM di dasar laut agar tidak merusak ekosistem sekitarnya.

"Karena tidak ingin apa yang kami letakkan di sana justru merusak, kami ditunjukkan tempat yang memang sudah rusak, dengan kita letakkan sesuatu yang bisa menjadi media tumbuhnya karang dan seterusnya, kami ikuti," jelas Yoshua.

Dia mengatakan mesin ATM itu dapat dijadikan rumpon untuk ikan, dan diletakkan di lokasi yang terumbu karangnya sudah rusak.

"Casing ATM yang kami pasang di sana betul-betul di daerah yang selama ini sudah rusak dengan harapan bisa ditumbuhkan terumbu karang bisa dijadikan rumpon, berkumpulnya ikan di sana dan terjadi proses perkembangbiakan," jelas Yoshua.

  • Sang penyelamat terumbu karang dari Pulau Cengkeh
  • Bekas perusak jadi pelestari terumbu karang di Pulau Pramuka
  • Martha Lotang, perempuan penanam bakau dari Pulau Alor

Namun Suharsono, pakar oseanografi yang meneliti terumbu karang dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai pemasangan tiga mesin ATM di dasar laut itu tidak cocok untuk dijadikan rumpon.

"Kalau hanya tiga hanya merusak pandangan saja, kalau rumpon yang ideal itu kan penempatannya tidak dapat sembarangan, penempatannya itu tidak boleh dasarnya yang lumpur. Makanya yang penting itu berongga, terus besar ukurannya, bisa memang sebagai shelter untuk ikan nanti ikan mau datang, bertelur, memijah. Nah itu baru rumpon," jelas Suharsono.

Hak atas foto ADIYATAMA TOUR AND TRAVEL LAMPUNG
Image caption Biota laut di kawasan Pulau Pahawang dik hawatirkan akan terganggu jika banyak penyelam berswafoto di atas ATM.

Seain itu menurut Suharsono, lokasi pemasangan rumpon juga harus tepat.

"Penempatan jadi penting harus tahu juga sumber larva ikan dan sarang arahnya dari mana itu dari pola arusnya dari mana yang ada di situ. Kalau tidak, malah akan merusak sekitarnya bukan diperbaiki," jelas dia.

Suharsono juga mengatakan pemasangan mesin ATM di dasar laut untuk kebutuhan swafoto atau selfie dapat merusak lingkungan dan tidak akan bertahan lama.

"Kalau tidak pakai alat diving itu orang pasti buru-buru dan tidak stabil dan menaruh (ATM) di atas karang pasti karangnya juga akan rusak karena terinjak, lama-lama ATM juga akan tertutup lumut," jelas Suharsono.

Banyaknya pengunjung yang berswafoto, menurut Suharsono, justru akan membuat ikan-ikan menghindari lokasi tersebut.

"Karang malah tak bisa hidup karena banyak orang ya ng selfie, malah mengganggu ekosistem, malah naruh sampah di situ," jelas Suharsono.

Sumber: Google News | Berita 24 Lampung

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »