www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Indonesia Diminta Belajar Mengelola Budi Daya Udang dari Vietnam

Posted by On 17.59

Indonesia Diminta Belajar Mengelola Budi Daya Udang dari Vietnam

  • Finance
  • Bisnis
  • Detail Berita

Indonesia Diminta Belajar Mengelola Budi Daya Udang dari Vietnam

iNews · Selasa, 13 Maret 2018 - 11:12 WIB

Sejumlah pengusaha dan petambak udang Indonesia bersama Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) melakukan kunjungan ke Provinsi Ca Mau, Vietnam, pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, para petani udan g mendapat ilmu berharga tentang intervensi pemerintah setempat terhadap sistem pengelolaan tambak udang.(Foto: Kiara)

Ca Mau, Vietnam, iNews.id â€" Indonesia saat ini tercatat sebagai penghasil udang terbesar di Asia. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi udang di negara ini mencapai 645 ribu ton per tahun (2014). Sayangnya, potensi tersebut belum mampu membawa Indonesia menjadi eksportir udang yang diperhitungkan secara global.
Belum lama ini, organisasi petambak udang Bumi Dipasena Lampung, Perhimpunan Petambak dan Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung bersama dengan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) dan Barisan Relawan Wanita (Bareta) Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) melakukan kunjungan ke Provinsi Ca Mau, Vietnam. Tujuan kunjungan tersebut untuk melakukan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara petambak udang Indoensia dan Vietna m (sharing knowledge and experience between Indonesia and Vietnam shrimp farmer). Kegiatan berlangsung dari 5â€"7 Maret 2018.
Ketua P3UW Lampung, Nafian Faiz mengatakan, ada banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari sistem budi daya udang di Vietnam. Salah satunya adalah keterlibatan aktif pemerintah negara setempat dalam membangun infrasturktur dasar dalam sistem budi daya udang. “Kami banyak belajar mengenai pentingnya intervensi negara dalam membangun dan memperkuat budi daya udang di Vietnam, khususnya di tambak udang Ca Mau,” tuturnya kepada iNews.id, Selasa (13/3/2018).
Menurut dia, setidaknya ada tiga hal penting mengenai pembangunan infrastruktur dasar untuk mendukung budi daya udang di Provinsi Ca Mau, Vietnam. Pertama, pemerintah di sana membangun jalan utama yang menghubungkan kawasan pertambakan udang dengan kota-kota utama, sehingga mempermudah jalur distribusi pascapanen. Jalan distribusi yang menghubungkan pusat kota Provinsi Ca Mau ke kawasan pertambakan udang sepanjang 40 km kondisinya sangat bagus dan tak ada lubang satu pun.
“Inilah yang tidak kami temukan di Indonesia, khususnya Provinsi Lampung. Padahal, potensi perekonomian tambak udang Dipasena bakal memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional jika jalur distribusi dibangun dengan baik oleh pemerintah,” ungkap Nafian.
Yang kedua, pemerintah Vietnam juga membangun fasilitas listrik untuk petambak udang di Provinsi Ca Mau dengan sangat baik. Sebagai dampaknya, petambak udang mampu melakukan budi daya secara intensif dan hiperintensif karena didukung oleh suplai listrik yang stabil dan memadai. Nafian berpendapat, ketersediaan suplai listrik sangat penting untuk menunjang budi daya udang yang menguntungkan.
“Ini hal kedua yang kami pelajari di Vietnam. Jika Pemerintah Indonesia membangun fasilitas listrik di Bumi Dipasena, saya yakin produksi udang Indonesia akan lebih berdaya saing di dunia internasional, ” tuturnya.
Ketiga, Pemerintah Vietnam juga membangun akses air bersih dan sanitasi di lingkungan industri pertambakan udang Ca Mau dengan memadai. Petambak udang di sana tidak memiliki kesulitan dalam memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karenanya, mereka sangat produktif dan mampu melakukan produksi dalam skala besar. Hal ini, kata Nafian, berbeda dengan kondisi Bumi Dipasena di mana para petambak udang harus menampung air hujan demi memenuhi kebutuhan air bersih mereka.
Berdasarkan fakta-fakta di atas, Nafian meminta Pemerintah Indonesia untuk belajar dan meniru Pemerintah Vietnam yang sangat serius membangun infrastruktur dasar guna mendukung sistem budi daya udang yang berdaya saing. Bahkan dia menilai, keberpihakan pemerintah Vietnam terhadap petambak udang jauh lebih progresif dibandingkan dengan Pemerintah Indonesia terhadap petambak udang di Dipasena.
Senada dengan itu, Deputi Pengelolaan Pengetahuan Kiara, Parid Ridwanuddin, menilai dukungan Pemerintah Vietnam terhadap budi daya udang patut ditiru oleh Pemerintah Indonesia. Sebab, berdasarkan data dari Organisasi Pangan Dunia (FAO) 2016, Indonesia tercatat sebagai produsen udang terbesar di Asia. Namun demikian, negara ini bukanlah negara eksportir udang yang diperhitungkan di dunia.
“Sebaliknya, Vietnam bukan produsen udang terbesar secara global. Namun, negara ini menduduki peringkat 10 besar negara eksportir udang di dunia. Kuncinya adalah political will pemerintah untuk membangun sistem budi daya udang, dimulai dari infrastruktur dasar,” kata Parid.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT

  • Mangkuk dan Bo tol Bir yang Digunakan Obama di Warung Mi "Dimuseumkan"

  • Bungkam Vietnam, Timnas Indonesia U-16 Jadi Juara Turnamen Jenesys

  • Setelah 43 Tahun, Kapal Induk AS Kembali Merapat ke Vietnam

  • Tampilkan Model Berbikini untuk Timnas U-23 Vietnam, VietJet Didenda

  • Heboh, Timnas U-23 Vietnam Disuguhkan Model Berbikini di Pesawat

Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

VIDEO

Volvo Construction Gandeng MNC Leasing sebagai Partner Pembiayaan

  • Tingkatkan Kemampuan Agen, MNC Life Gelar Roadshow di Medan

  • Edukasi Masyarakat, MNC Play Gelar Asset Play Day

  • Bisnis Digital Masih Dikuasai Asing, Butuh Keberpihakan Pemerintah

  • MNC Finance Berikan Agen Penghargaan dan Luncurkan i-Track

BERITA POPULER

  • Menteri Jonan Teken Amendemen Kontrak Karya 6 Perusahaan Tambang

  • Menhub Perbolehkan Power Bank Berkapasitas Kecil Masuk ke Pesawat

  • Persiapan Mudik Lebaran 2018, Menhub Fokus Tekan Angka Kecelakaan

  • IHSG Anjlok Buntuti Kinerja Bursa Saham Asia yang Merah

  • Tumbuh 14,43 Persen, Laba Telkom 2017 Capai Rp22,14 Triliun

  • Puluhan Ribu Kontraktor Swasta Bangkrut karena Tidak Dibayar

  • Sinergi BUMN, Semen Baturaja Perpanjang Kelola Lahan Milik Pelindo II

  • BEI Pastikan 3 Anak Usaha BUMN Segera IPO

  • BI: Rupiah Tidak Mungkin ke Angka Rp15.000

  • Sentuh Rp55.000 per Kg, Harga Cabai Semakin Pedas

PREDIKSI PASAR

Kinerja di Atas Ekspektasi, Saham Waskita Karya Diprediksi Bangkit

  • Membedah Prospek Emiten Konstruksi BUMN

  • Bahana Sekuritas: Belanja Iklan 2018 Naik, Emiten Media Menarik

  • Binaartha Sekuritas: Sentimen Aksi Beli, IHSG Diharapkan Terus Menguat

TIPS BISNIS

Berlibur di Akhir Tahun, Kids Zaman Now Wajib Evaluasi Keuangan

  • Ini Keuntungan Berinvestasi Emas, Terutama Buat Pemula

  • Empat Tips Mengelola Keuangan bagi Pekerja Pemula

  • Tips Mengelola Pengeluaran di Akhir Tahun

SUCCESS STORY

Raup Miliaran Rupiah dari Dunia Maya

  • Xiaomi, Beras Kecil yang Mengguncang Dunia

  • Dari Pipa Rokok, Casio Kuasai Dunia dengan G-Shock

  • Ishak Charlie Sukses Bangun 40 Perusahaan Besar

TOPIK POPULER

  1. Stephen Hawking
  2. Liga Champions
  3. Indonesian Idol
  4. Hukum
  5. Zayn Malik
  6. Piala AFC 2018
  7. Tokoh Meninggal
  8. Bullying
  9. Pendidikan
  10. Tokoh Dunia
Sumber: Google News | Berita 24 Lampung

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »