www.AlvinAdam.com

Berita 24 Lampung

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ketika Susi Pudjiastuti Dicecar DPR Soal Penggunaan Cantrang

Posted by On 19.37

Ketika Susi Pudjiastuti Dicecar DPR Soal Penggunaan Cantrang

Ketika Susi Pudjiastuti Dicecar DPR Soal Penggunaan Cantrang Reporter:

M Yusuf Manurung

Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

Selasa, 27 Maret 2018 09:23 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kedua kanan) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 5 April 2017. Rapat ini juga membahas penindakan pelanggaran penyelundupan benih Lobster. ANTARA/M Agung Rajasa

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kedua kanan) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 5 April 2017. Rapat ini juga membahas penindakan pelanggaran penyelundupan benih Lobster. ANTARA/M Agung Rajasa

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sudin mempertanyakan toleransi penggunaan cantrang kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lampung itu menyebut pertanyaannya mewakili nelayan Lampung yang ditangkap sebulan lalu.

"Anaknya, istrinya, keluarganya datang ke kantor DPD PDIP Lampung," kata Sudin saat rapat kerja antara Komisi IV dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Senayan, Senin, 26 Maret 2018.

Baca: Susi Pudjiastuti Kaget Tak Dilibatkan Perumusan PP Impor Garam

Menurut Sudin, nelayan pengguna cantrang mempertanyakan toleransi penggunaan cantrang yang hanya di Jawa. "Nelayan Lampung tidak boleh, apa Lampung sudah tidak termasuk Indonesia lagi?" kata Sudin menyampaikan pada Susi.

Januari lalu, Susi dan Presiden Jokowi menemui demonstran di Istana Kepresidenan membahas pelarangan cantrang. Seusai pertemuan, Jokowi memutuskan mencabut larangan cantrang. Susi, mengumumkan sendiri pencabutan pelarangan cantrang di atas mobil komando demonstran.

Beberapa hari setelahnya, Susi menggelar konferensi pers. Dia menyampaikan penambahan batas waktu penggunaan cantrang. Selain itu, Susi mengatakan nelayan cantrang hanya boleh beroperasi di Pantai Utara Jawa. "Di Pantura Jawa saja, tidak boleh keluar, karena daerah lain banyak yang tidak setuju," ujar Susi, pertengahan Januari lalu.

Menjawab pertanyaan Sudin, Susi mengatakan toleransi di Jawa adalah jalan tengah terbaik. "Sebetulnya ini juga pemerintah melanggar, tapi kita ambil jalan tengah terbaik, kalau kita bolehkan seluruh Indonesia, semua rusak, saya tidak mungkin izinkan itu," katanya.

Tak puas dengan jawaban itu, Sudin menimpalinya. Sudin sebenarnya sepakat atas pelarangan cantrang serta toleransi, mengingat pemerintah sedang mempersiapkan bantuan alat tangkap lain. Namun, tentang "hanya Jawa" dinilai Sudin belum clear. "Nelayan Lampung juga ikut demo ke Pak Jokowi, tidak ada kata-kata hanya di Jawa," katanya.

Menteri Susi lantas menanggapi Sudin dengan menjelaskan pengertian nelayan terlebih dahulu. "Menurut UU No 7, nelayan adalah yang kapalnya di bawa 10 GT (gross tonnase), kalau di atas itu adalah pengusaha ikan, pemilik kapal," katanya.

Lebih jauh Menteri Susi menegaskan sikapnya serta mengkolaborasikan keinginan Jokowi. Jika hanya menuruti kemauannya, ia mengatakan seluruh cantrang dan troll berhenti dipakai di Indonesia. "Itu target saya, sampai saat ini saya tidak mau mencabut Permen (peraturan menteri) saya," ucapnya.

Keinginan Presiden Jokowi, kata Susi, yang pada akhirnya dijalankan, yakni p enggunaan cantrang hanya boleh di pantai utara Jawa. "Hanya sekian mil, dan tak boleh tambah kapal itu adalah kebijaksanaan Presiden yang diberikan kepada para nelayan. Bukan para nelayan, tapi para pemilik kapal yang demo pada bulan Januari," ujar Susi Pudjiastuti.

SYAFIUL HADI

Terkait
  • Susi: Ratusan Juta Ton Ikan Mati Dibuang ke Laut Akibat Cantrang

    Susi: Ratusan Juta Ton Ikan Mati Dibuang ke Laut Akibat Cantrang

    2 jam lalu
  • Susi Pudjiastuti Kaget Tak Dilibatkan Perumusan PP Impor Garam

    Susi Pudjiastuti Kaget Tak Dilibatkan Perumusan PP Impor Garam

    12 jam lalu
  • Masuk Bursa Cawapres, Susi Pudjiastuti: Berarti Gak Dianggap Gila

    Masuk Bursa Cawapres, Susi Pudjiastuti: Berarti Gak Dianggap Gila

    12 jam lalu
  • DPR Usul Peraturan Impor Garam Dicabut, Menteri Susi Setuju

    DPR Usul Peraturan Impor Garam Dicabut, Menteri Susi Setuju

    13 jam lalu
  • Rekomendasi
  • Laba Blue Bird 2017 Turun 16,24 Persen

    Laba Blue Bird 2017 Turun 16,24 Persen

    1 jam lalu
  • CPNS 2018 Buka Lowongan 110 Ribu Orang, Tak Termasuk Guru

    CPNS 2018 Buka Lowongan 110 Ribu Orang, Tak Termasuk Guru

    13 jam lalu
  • Holding BUMN Migas Dinilai Akan Permudah Pengendalian Gas

    Holding BUMN Migas Dinilai Akan Permudah Pengendalian Gas

    18 jam lalu
  • SPBU Curang, Sanksi dari Skors hingga Pemutusan Hubungan Usaha

    SPBU Curang, Sanksi dari Skors hingga Pemutusan Hubungan Usaha

    18 jam lalu
  • Foto
  • Intip Proses Produksi Pensil Warna Faber Castell di Bekasi

    Intip Proses Produksi Pensil Warna Faber Castell di Bekasi

    11 jam lalu
  • Berburu Rumah Murah di Pameran Properti

    Berburu Rumah Murah di Pameran Properti

    5 hari lalu
  • Menkominfo Gelar Rapat Kerja Terkait Pengamanan Data Pelanggan

    Menkominfo Gelar Rapat Kerja Terkait Pengamanan Data Pelanggan

    7 hari lalu
  • Deretan Mobil Siap Ekspor di PT Indonesia Kendaraan Terminal

    Deretan Mobil Siap Ekspor di PT Indonesia Kendaraan Terminal

    11 hari lalu
  • Video
  • Ayam Goreng Karang Taruna, Usaha Warga Bantu Kurangi Pengangguran

    Ayam Goreng Karang Taruna, Usaha Warga Bantu Kurangi Pengangguran

    23 jam lalu
  • Yang Muda di Puncak Bisnis: Rex Marindo, Pemilik Warung Upnormal

    Yang Muda di Puncak Bisnis: Rex Marindo, Pemilik Warung Upnormal

    1 hari lalu
  • Sebuah Terobosan Perniagaan,  Beli Ikan via Aplikasi

    Sebuah Terobosan Perniagaan, Beli Ikan via Aplikasi

    8 hari lalu
  • Kerjasama PT INKA dan BPPT Garap Kereta Ringan Jabodetabek

    Kerjasama PT INKA dan BPPT Garap Kereta Ringan Jabodetabek

    11 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Tanggapi Amien Rais, Jokowi: Enggak Ada Pengibulan, Ini Beneran

  • 2

    Polri Buka Penerimaan 10 Ribu Anggota Baru Mulai Hari Ini

  • 3

    CPNS 2018 Buka Lowongan 110 Ribu Orang, Tak Termasuk Guru

  • 4

    Jokowi dan Sri Mulyani Beri Kuliah Umum 5.000 CPNS Baru

  • 5

    Badan Metrologi Cek Nozzle SPBU Curang Siang Ini

  • Fokus
  • Endapan Tanah di Hulu Sungai Ciliwung Memburuk, ini Efeknya

    Endapan Tanah di Hulu Sungai Ciliwung Memburuk, ini Efeknya

  • Hari Air Sedunia, Jurus Anies Baswedan Soal Pasokan Air Bersih

    Hari Air Sedunia, Jurus Anies Baswedan Soal Pasokan Air Bersih

  • Pidato Pemanasan Prabowo Jelang Deklarasi Capres Gerindra

    Pidato Pemanasan Prabowo Jelang Deklarasi Capres Gerindra

  • Puncak Makin Botak, 5.700 Hektare Hutan Lenyap dalam 16 Tahun

    Puncak Makin Botak, 5.700 Hektare Hutan Lenyap dalam 16 Tahun

  • Terkini
  • Uber dan Grab Bergabung, KPPU Wajibkan Lapor

    Uber dan Grab Bergabung, KPPU Wajibkan Lapor

    1 jam lalu
  • Laba Blue Bird 2017 Turun 16,24 Persen

    Laba Blue Bird 2017 Turun 16,24 Persen

    1 jam lalu
  • < li> MenPAN-RB Telusuri Data Siluman Pegawai Honorer

    MenPAN-RB Telusuri Data Siluman Pegawai Honorer

    2 jam lalu
  • Citilink Tawarkan Paket Wisata Kesehatan ke Penang

    Citilink Tawarkan Paket Wisata Kesehatan ke Penang

    2 jam lalu
  • Susi: Ratusan Juta Ton Ikan Mati Dibuang ke Laut Akibat Cantrang

    Susi: Ratusan Juta Ton Ikan Mati Dibuang ke Laut Akibat Cantrang

    2 jam lalu
  •  Parlemen Tunggu Usulan Subsidi Energi dari Pemerintah

    Parlemen Tunggu Usulan Subsidi Energi dari Pemerintah

    2 jam lalu
  • Pemerintah Siap Talangi Operator agar Tarif Tol Turun

    Pemerintah Siap Talangi Operator agar Tarif Tol Turun

    3 jam lalu
  • Penyerapan DAK Fisik 0 Persen, Sri Mulyani: Akibat Juklak-Juknis

    Penyerapan DAK Fisik 0 Persen, Sri Mulyani: Akibat Juklak-Juknis

    3 jam lalu
  • DPR    Tentukan Nasib Calon Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu

    DPR Tentukan Nasib Calon Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu

    4 jam lalu
  • Grab Akuisisi Uber, Ini Info untuk Driver

    Grab Akuisisi Uber, Ini Info untuk Driver

    11 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Aqua Mendominasi Pangsa Pasar Air Kemasan

    Aqua menguasai pangsa air kemasan di Indonesia. Sejak 1975 kebiasaan minum orang Indonesia berubah dari air rebus ke air yang dikemas dalam plastik.

    Sumber: Google News | Berita 24 Lampung

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »