Kirim Berita Lampung: Klik Disini | Konfirmasi Berita Lampung: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kisah Pria yang Disewa untuk Jadi Pengantin di Lampung, Akhir ...

Posted by On 20.53

Kisah Pria yang Disewa untuk Jadi Pengantin di Lampung, Akhir ...

Kisah Pria yang Disewa untuk Jadi Pengantin di Lampung, Akhir Ceritanya Malah Seperti Ini

Sering didengar soal pacar sewaan. Namun, pernahkah Anda mendengar kisah suami sewaan. Dan, kisah pria yang disewa

Kisah Pria yang Disewa untuk Jadi Pengantin di Lampung, Akhir Ceritanya Malah Seperti InimaxresdefaultIlustrasi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sering didengar soal pacar sewaan. Namun, pernahkah Anda mendengar kisah suami sewaan. Dan, kisah pria yang disewa untuk menjadi pengantin memang pernah terjadi.

Kisah Pengantin Sewaan yang terjadi di Lampung ini ditulis oleh Mochtar Tamaela seperti pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Juli 1979.

Secara ekono mis Propinsi Lampung kita kenal sebagai penghasil komoditi ekspor kopi, karet dan lada terbesar di negara kita. Ratusan juta dollar devisa ekspor dihasilkan dari daerah ini setiap tahun.

Tapi bagi saya itu tidak penting. Lha, saya bukan eksportir atau birokrat pemerintah. Bagi saya Lampung yang pernah saya mukimi selama belasan tahun itu punya kenang-kenangan sendiri yang luar-biasa.

Baca: Viral! Video Kery Astina Tirukan 25 Suara Penyanyi Indonesia, Mulai Ariel NOAH Sampai Lucinta Luna

Di Lampung pada tahun enam-puluhan saya masih dalam klasifikasi "joko tingting", bekerja membantu orangtua sebagai perantara hasil bumi di kecamatan Gedongtataan, 22 kilometer dari Tanjungkarang.

Saat itu daerah Lampung belum jadi propinsi seperti sekarang, tapi masih nyelip di ketiak Propinsi Sumatra Selatan yang beribukota di Palembang.

Baca: Demi Single Baru Rumah Bumbungan Tinggi, Band JEF Sampai ke Desa Teluk Selong

Nah pada tahun-tahun itulah datang paman saya yang tinggal di Telukbetung ke rumah saya. Paman bermalam dan berunding dengan ayah-ibu saya secara serius. Saya tidak tahu apa yang mereka rundingkan. Yang pasti bukan merundingkan soal harga kopi dan karet.

Sebab kalau perundingan soal harga hasil bumi biasanya saya ikut serta. Pada malam kedua baru saya dipanggil dan masuk dalam "konperensi meja bundar" itu. Topiknya apa? Minta ampun! Benar-benar eksklusif ....

Berkatalah paman saya kira-kira demikian, “Nak, ada permintaan dari boss kita. Boss yang baik itu sangat memerlukan pertolongan dari kita. Persoalannya tadi malam telah paman rundingkan dengan ayah dan ibumu. Kini tinggal bagaimana keputusanmu sendiri.”

Mendengar itu saya terpaku heran. Dalam hati saya bertanya, boss itu minta tolong pada saya? Mustahil! Lha, ayah saya sendiri mendapat pinjaman modal dari dia untuk membeli kopi dan karet di desa-desa. Tapi paman melanjutkan:

Halaman selanjutnya 123
Editor: Murhan Sumber: Intisari Online Ikuti kami di Sempat Hilang secara Misterius saat Suami ke Toilet, Pengantin Baru di Brebes Sudah Ditemukan Sumber: Berita Lampung

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »